Friday, 15 April 2016 09:29

Referensi Arsitektur Indonesia



Kali ini saya akan memposting review saya terhadap sebuah website yaitu Arsitekidn, Website ini terbilang dapat dijadikan referensi untuk kita khususnya Arsitek Indonesia, Mengapa?
Berita, Artikel, Proyek terbaru Indonesia atau bangunan bangunan yang mengarsitektur selalu update di website ini.

Dan tak hanya itu saja, website ini memberikan Free Desain Gratis Tiap 2 x dalam seminggu. Free Desain tersebut sangat lengkap terdiri dari 3D (perspektif) bahkan gambar kerja sekalipun.
- Tampak depan
- Tampak samping
- Denah
- Potongan A-A dst
- Denah Sanitasi
- Denah Instalasi
- dan kelengkapan yang lainnya.

Untuk lebih jelasnya dapat dikunjungi di TKP link bawah ini

Klik 

Thursday, 10 December 2015 09:06

BERSAING DENGAN NEGARA ASEAN DI 2016



Dalam era globalisasi dan pasar bebas saat ini pergerakan investasi, modal dan tenaga kerja antar negara pun tidak dapat terhindarkan. Sebagai salah satu negara anggota WTO, Indonesia membuka kesempatan masuknya tenaga kerja asing. Pada prinsipnya tenaga kerja asing yang masuk ke Indonesia merupakan bentuk pengawasan yang dilakukan oleh pihak inverstor dalam menjalankan usahanya di Indonesia.

Selain memberi dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi, masuknya tenaga kerja asing di dibeberapa kajian yang pernah ada terbukti juga berdampak negatif, diantaranya mempersempit kesempatan kerja dan mempengaruhi tingkat upah tenaga kerja lokal (TKL) yang saat ini mencapai jumlah 118 juta penduduk (Data Sakernas 2012). Semangat untuk melindungi tenaga kerja lokal (TKL) dari persaingan dengan tenaga kerja asing (TKA) pun dilakukan oleh pemerintah, sebut saja UU. No 13 tahun 2003 yang secara umum menetapkan adanya kebutuhan untuk melindungi, menjamin dan memberi kesempatan kerja yang layak bagi Warga Negara Indonesia. Namun pada kenyataan sejalan dengan berbenturannya berbagai kepentingan pemerintah dalam sektor keuangan dan investasi maka revisi dari UUK No. 13 saat ini terasa lebih memberi keleluasaan kepada TKA untuk masuk dan bersaing dengan tenaga kerja lokal yang ‘katanya’ memiliki rata-rata tingkat pendidikan dan keterampilan di atas tenaga kerja lokal. Akan fakta itu mungkin ada benarnya namun asumsi tersebut hendaknya tidak begitu saja ditelan mentah-mentah. Cukup banyak kasus di perusahaan-perusahan swasta yang menempatkan tenaga kerja asing yang kurang berkualitas seperti yang selama ini kita bayangkan. Ada kalanya TKA hanya dijadikan sebagai salah satu simbol representasi bahwa suatu perusahaan itu telah mendunia dan dapat meningkatkan prestige perusahaan.

Namun terlepas dari tujuan setiap perusahan menempatkan tenaga kerja asing di Indonesia, budaya masyarakat Indonesia seringkali memandang warga negara asing (ekspatriat) memiliki keunggulan pengetahuan dan keterampilan dibandingkan masyarakat lokal (WNI). Pandangan bahwa segala sesuatu yang berasal dari barat atau segala sesuatu yang berasal dari luar negeri adalah hebat sudah tertanam dibenak penduduk lokal kita. Hal ini terefleksi dari perbedaan tingkat upah yang jauh antara tenaga kerja lokal dengan tenaga kerja asing (dalam level jabatan yang sama). Sikap inferior, lebih permisif (baca: ramah) terhadap warga negara asing dan diperparah lagi dengan sikap ‘abroad minded’ jelas terlihat pada tatanan kehidupan masyarakat kita. Contoh sederhana saja, barang yang dibeli di luar negeri memberi ‘nilai’ yang lebih tinggi dibandingkan dengan barang yang sama yang dibeli di dalam negeri. Lulusan universitas dari luar negeri dianggap lebih berkualitas dibandingkan dengan lulusan universitas dalam negeri.

Memiliki wawasan global menjadi suatu keniscayaan pada era ini. Namun merasa inferior dalam bingkai kompetisi dengan masyarakat global menjadikan tenaga kerja lokal akan selalu berada dibawah posisi angkatan kerja asing. Pada kenyataanya tenaga kerja lokal kita tidak kalah berkualitasnya dengan tenaga kerja asing. Tenaga kerja lokal mampu bersaing dengan tenaga kerja asing baik dari segi pendidikan dan keterampilan. Hal ini telah banyak terbukti dari kesuksesan-kesuksesan pebisnis-pebisnis handal kita yang juga diakui oleh negara lain. Tentu saja sikap optimistik ini harus juga sejalan dengan usaha-usaha meningkatan kualitas sumber daya manusia angkatan kerja kita.

Jangan sampai tenaga kerja Indonesia justru menjadi budak di negeri sendiri.

Wednesday, 9 December 2015 05:35

PENATAAN RUANG SANGAT DIBUTUHKAN



Tata ruang menjadi sebuah kata yang ditahun-tahun terakhir menjadi sering terdengar atas keterkaitannya dengan dinamika kondisi perkembangan kota dan atau wilayah di Indonesia.

Berkaitan dengan tata ruang, maka satu hal yang perlu dipahami adalah tata ruang pada dasarnya tidak (terlalu) mengatur tentang kepemilikan ruang ( lebih mudah dikatakan atau dikenal dengan ungkapan sehari-hari sebagai lahan), akan tetapi tata ruang lebih mengatur pada penggunaan ruang tersebut, baik pada permukaan, di bawah, maupun di atasnya. Atau dapat dikatakan rumusan dalam pemanfaatan ruang.

Penataan ruang di Indonesia dalam aspek legalitasnya dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang (UU) No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Berdasarkan UU ini, maka produk penataan ruang di Indonesia dalam skala terkecil untuk kabupaten/kota adalah RDTR ( Rencana Detail Tata Ruang). Pembahasan lengkap mengenai perkembangan penataan ruang, hierarki dari penataan ruang, dan muatan dari produk penataan ruang (termasuk RDTR) akan dijelaskan pada postingan selanjutnya.

RDTR sendiri pada dasarnya adalah upaya untuk mengatur agar optimalisasi pemanfaat ruang dapat terjadi. Mengapa harus RDTR ? RDTR menjadi keniscayaan karena merupakan produk tata ruang dengan skala terkecil yang diwajibkan memiliki dasar hokum berupa Peraturan Daerah (Perda) untuk dapat digunakan sebagai acuan penataan ruang.


Tetap kunjungi website ini untuk info selanjutnya, karena berikutnya akan ada pembahasan mendetail RDTR tersebut. Agar kita juga dapat turut serta dalam Penataan Ruang di Kota Cirebon ini.

Friday, 13 November 2015 17:04

Mari Berbagi Pengetahuan Arsitektur



Ide ini tercipta saat teman teman dan partner saya serta teman perkuliahan di arsitektur STTC ( Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon) , gathering bersama dengan segelas kopi espresso yang pahit namun terasa manis di dalamnya. Ditengah pembicaraan teman dari TED-EL Consultant Arsitektur menyinggung saya tentang lomba Blogger dari rebon.org "Cirebon Menuju Smart City" , bagaimana perkembangan dan hasilnya ? saya jawab pertanyaan tersebut dengan menunjukkan hasilnya dan diakhiri dengan visi misi saya akan melanjutkan ide program tulisan blog saya. Dan akhirnya teman saya ini mengatakan, "kalau kamu mau lanjut kami kami siap bantu".


Dari situ akhirnya tersusun detail dari salah satu indikator smart city "Memberikan Pemahanan Arsitektur Untuk Terciptanya Smart Environment" , masyarakat Cirebon sebagai stakeholder pengetahuan mereka agar terciptanya sumbangan ide harus dibekali pengetahuan detail indikator ini, seperti pengetahuan RTRW dan RDTR . Apa RTRW dan RDTR? akan saya tuliskan dan diposting disini dalam waktu dekat.

Setelah konsep lanjutan dari Wujudkan Cirebon Smart City tersebut matang, team kami akhirnya melakukan pergerakan mulai dari desa kediaman saya yaitu Desa Pasindangan. Dan menyusun proposal dengan matang. Untuk Gambar dari Proposal hanya saya posting satu gambar dulu, setelah proposal tersebut Final akan saya bagikan disini.




Level Smart City menurut saya adalah yang paling atas karena kelengkapannya yang lebih menyeluruh karena menggabungkan unsur Green City, Digital City, dan Resilient City. Seperti dapat dicontohkan bahwa smart city menyatukan segala aspek bidang, seluruh minat ilmu yang ada di penjurusan perkuliahan Indonesia.

Terima Kasih atas Lomba Blog yang diadakan oleh rebon.org dengan tema "Cirebon Menuju Smart City" Semoga Konsep saya dan team dapat terwujud. Amin.

Tuesday, 10 November 2015 09:57

Semangat Bung Tomo Masih Mengalir di Tangan Kita

bung tomo. ©smeaker.com


10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan oleh seluruh masyarakat Indonesia. Dimana pada saat itu tepat pada tanggal 10 November 1945, arek suroboyo berupaya dengan sekuat tenaga bahkan den an nyawa berjuang membela Republik Indonesia dari keberedaan Inggris.

Tentara Inggris yang menguasai Surabaya pada saat itu memberikan pernyataan agar warga Surabaya menyerahkan diri dan memasang bendera putih sebagai tanda menyerah. Apa yang dilakukan warga Surabaya berikutnya ? Tidak melakukan apapun , mereka tetap terhadap keyakinan "tak akan menyerah".

Disinilah peran Bung Tomo pada tanggal 10 November 1945, menjadi pembakar semangat untuk terus membara dan tidak gentar terhadap serangan Inggris pada waktu itu. Keyakinan dan semboyan merdeka atau mati arek arek suroboyo mempertahankan surabaya.

Seperti apa pidato Bung Tomo tersebut:

Bismillahirrohmanirrohim..
Merdeka!!!

Saudara-saudara rakyat jelata di seluruh Indonesia terutama saudara-saudara penduduk kota Surabaya.
Kita semuanya telah mengetahui.
Bahwa hari ini tentara Inggris telah menyebarkan pamflet-pamflet yang memberikan suatu ancaman kepada kita semua.
Kita diwajibkan untuk dalam waktu yang mereka tentukan,
menyerahkan senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara Jepang.
Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itu dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaya kita semua datang pada mereka itu dengan membawa bendera putih tanda bahwa kita menyerah kepada mereka

Saudara-saudara.
Di dalam pertempuran-pertempuran yang lampau kita sekalian telah menunjukkan bahwa rakyat Indonesia di Surabaya.
Pemuda-pemuda yang berasal dari Maluku,
Pemuda-pemuda yang berawal dari Sulawesi,
Pemuda-pemuda yang berasal dari Pulau Bali,
Pemuda-pemuda yang berasal dari Kalimantan,
Pemuda-pemuda dari seluruh Sumatera,
Pemuda Aceh, pemuda Tapanuli, dan seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.
Di dalam pasukan-pasukan mereka masing-masing.
Dengan pasukan-pasukan rakyat yang dibentuk di kampung-kampung.
Telah menunjukkan satu pertahanan yang tidak bisa dijebol.
Telah menunjukkan satu kekuatan sehingga mereka itu terjepit di mana-mana.

Hanya karena taktik yang licik daripada mereka itu saudara-saudara.
Dengan mendatangkan Presiden dan pemimpin-pemimpin lainnya ke Surabaya ini. Maka kita ini tunduk untuk memberhentikan pertempuran.
Tetapi pada masa itu mereka telah memperkuat diri.
Dan setelah kuat sekarang inilah keadaannya.

Saudara-saudara kita semuanya.
Kita bangsa indonesia yang ada di Surabaya ini akan menerima tantangan tentara Inggris itu,
dan kalau pimpinan tentara inggris yang ada di Surabaya.
Ingin mendengarkan jawaban rakyat Indonesia.
Ingin mendengarkan jawaban seluruh pemuda Indonesia yang ada di Surabaya ini.
Dengarkanlah ini tentara Inggris.
Ini jawaban kita.
Ini jawaban rakyat Surabaya.
Ini jawaban pemuda Indonesia kepada kau sekalian.

Hai tentara Inggris!
Kau menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera putih untuk takluk kepadamu.
Kau menyuruh kita mengangkat tangan datang kepadamu.
Kau menyuruh kita membawa senjata2 yang telah kita rampas dari tentara jepang untuk diserahkan kepadamu
Tuntutan itu walaupun kita tahu bahwa kau sekali lagi akan mengancam kita untuk menggempur kita dengan kekuatan yang ada tetapi inilah jawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah
Yang dapat membikin secarik kain putih merah dan putih
Maka selama itu tidak akan kita akan mau menyerah kepada siapapun juga

Saudara-saudara rakyat Surabaya, siaplah keadaan genting!
Tetapi saya peringatkan sekali lagi.
Jangan mulai menembak,
Baru kalau kita ditembak,
Maka kita akan ganti menyerang mereka itukita tunjukkan bahwa kita ini adalah benar-benar orang yang ingin merdeka.

Dan untuk kita saudara-saudara.
Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka.
Semboyan kita tetap: merdeka atau mati!

Dan kita yakin saudara-saudara.
Pada akhirnya pastilah kemenangan akan jatuh ke tangan kita,
Sebab Allah selalu berada di pihak yang benar.
Percayalah saudara-saudara.
Tuhan akan melindungi kita sekalian.

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!
Merdeka!!!

Semangat ini Motivasi ini bukanlah hanya sejarah semata, perjuangan para pahlawan seharusnya tetap kita teruskan. Karena memang Negara kita tetap berperang, berperang akan diri kita. Bagaimana cara kita mencintai Negara Indonesia, apa yang sudah kita lakukan untuk Indonesia, apa yang sudah kita berikan untuk Indonesia. Apakah anda tau jawabannya ?


Lakukan interopeksi apa identitas kita dan siapa kita?
Cintai Indonesia Cintai Budaya Pertahankan Cita Cita Bangsa
Bersama Membangun Kita Bisa.

Monday, 9 November 2015 10:02

Atasi Macet, Dosen UMSurabaya Ciptakan jembatan Konstruksi Sarang Lebah



Sebenarnya saya sudah fokus tidak akan melakukan copas artikel atau berita, tapi tidak untuk berita yang satu ini. Terobosan terbaru dari kekreatifan generasi Indonesia, Jembatan Kontruksi Sarang Lebah. Niat saya memposting untuk berbagi (sharing) bahwa saya juga menyutujui dan mendukung akan gagasan ini.


Kedaide-Ide.Sebuah solusi kreatif dan inofatif berhasil digagas oleh Dosen Arsitek Universitas Muhammadiyah Surabaya, Gunawan, berhasil menciptakan konstruksi jembatan yang bisa menggantikan posisi jalan tol. Bahkan bentangan jembatan ini tidak saja efisien, tapi juga bervisi ke depan untuk membangun kota.
Selain bisa mengatasi masalah kemacetan, konstruksi jembatan tersebut juga dirasa mampu menjadi alternatif bentangan jalan baru. Apalagi saat pertumbuhan kendaraan dengan kondisi jalan sangat tak berimbang. Oleh pencipta desain konstruksinya, jembatan itu dinamakan Jembatan An Nahl atau Jembatan Sarang Lebah.
Bentangan jalan yang mirip terowongan dengan bentuk segi enam. Persis seperti rumah lebah. Terowongan itu bahkan bisa saja didesain tumpuk. Jalur utama atau tengah lebarnya antara 6 – 8 meter. Dengan ketinggian di atas 5 meter.
“Jalur utama atau tengah bisa untuk jalur mobil.sedang kanan kirinya bisa untuk kereta,” kata Gunawan, saat memaparkan karyanya di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kamis (5/11/2015).
Saat ini, Pemkot bersama pusat tengah mematangkan proyek monorail. Bahkan saat ini juga telah digagas kereta Mass Rapid Tansit (MRT).
Dengan mengadopsi jembatan An Nahl itu, semua moda transportasi perkotaan bisa diatasi. Bahkan di bawah tiang utama jembatan sarang lebah itu bisa untuk lahan parkir.
Termasuk untuk kegiatan ekonomi warga.
“penuh syukur, Kemenkumham telah mematenkan karya kami. Tapi ini masih predesign. Saya meyakini, konstruki dengan jembatan ini bisa mengatasi semua persoalan transportasi kota. Termasuk macet. Jalur motor juga bisa tarakomodasi di jembatan ini,” ujar Gunawan yang juga Dekan Fakultas Teknik UMSurabaya.
AlumnUS ITS ini mengakui bahwa dari segi kuantias kendaraan bisa ditampung semua. Namun paling ideal, desain jembatan An Nahl itu dibangun menggantikan jalur rel kereta. Kereta bisa melintas di sisi kanan atau kiri. Konstruksi ini juga bisa dibangun di atas sungai.
Gunawan mengklaim bahwa konstruksi ini sangat efisien. Tak perlu ada pembebasan lahan dan mengakomodasi semua moda transportasi darat.
“Setiap 1 km ruas jalan berlorong nanti kira-kira cukup dengan Rp 500 miliar. Lorong ini bisa hanya pengaman saja,” tambah Gunawan.
Jembatan Sarang Lebah ini bisa disebut jalan tol multifungsi dan multi ruas. Sangat futuristik dan berwawasan ke depan. Sebab, moda transpportasi massal kelak akan sangat didorong. Temuan desain ini adalah semacam konfigurasi yang terinspirasi sarang lebah.
Nantinya, konstruksi itu bisa mengadopsi kerja lebah dengan sistem gotong royong. Semua masyarakat transportasi bisa dilibatkan dengan membentuk koperasi masyarakat transpotasi. Konstruksi ini juga bisa menjadi altenatif saat Surabaya menrencanakan tol tengah kota.
Desain jembatan dengan tiga heksagonal itu telah mendapat sertifikat desain industri dari
Kemenkumham. Gunawan mengerjakan desain itu bersama rekannya Muh Sjamsul Arifin.
Serifikat ini berlaku 10 tahun. Sertifikat itu ditandatangani Dirjen Hak Kekayaan Intelektual Direktur Hak Cipta Desain Industri.
Desain jalan itu dinalai tidak hanya kuat, tapi memiliki estetika kota. Gunawan mengklaim bahwa desainnya cukup visibel. Tidak sulit untuk diterapkan. Meski demikian itu baru predesign. Nanti masih perlu detail engineering design (DED) untuk mengadopsi konstruksi itu.(Us)
Sumber : kedaide

Saturday, 7 November 2015 05:44

WUJUDKAN CIREBON SMART CITY



Teknologi yang kian cepat perkembangannya sangat mempengaruhi faktor pembangunan itulah yang sedang dihadapi Kota Cirebon. Permasalahan akan terus menerus bertambahan jika tidak di tangani secara tegas dan pasti, percepatan pembangunan harus segera dilaksanakan; dalam ekonomi pintar, monilitas pintar, lingkungan pintar, masyarakat pintar, kehidupan cerdas dan pemeritah pintar. Ke enam unsur ini adalah percepetan menuju “smart city”.

Dari arah pembangunan sebelum – sebelumnya dan jangka panjang, Kota Cirebon sudah memiliki unsur unsur dasar yang melengkapi, seperti Wisata, Transportasi, Pendidikan, Lingkungan, Ekonomi, Sosial dan Pemerintahan untuk disempurnakan.

Visi Misi Pemerintah Cirebon pun tidak lepas atas dasar menuju Smart City

Visi :

“ Terwujudnya Kota Cirebon Sebagai Kota Yang Religius, Aman, Maju, Aspiratif dan Hijau (Ramah) pada Tahun 2018”

Misi :

1.       Meningkatkan Aparatur Pemerintahan dan Masyarakat Kota Cirebon yang religius
2.       Meningkatkan integritas dan profesionalisme aparatur serta merevitalisasi     
        kelembagaan yang efektif dan efisien menuju tata pemerintahan yang baik, 
        amanah, bersih dan bebas dari KKN
3.       Meningkatkan kualitas keamanan dan ketertiban umum
4.       Meningkatkan kulitas Sumber Daya Kota Cirebon dalam bidang pendidikan 
        kesehatan, ekonomi dan sosial untuk kesejahteraan masyarakat.
5.       Meningkatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan
6.       Meningkatkan kualitas keseimbangan dan pelestarian lingkungan hidup

Cirebon kota berkembang apalagi seiring peningkatan pertumbuhan penduduk yang pesat. Namun bila tidak dibarengi dengan perencanaan yang tepat, smart city concept tidak akan berjalan dengan baik dalam prosesnya.





DEFINISI SMART CITY

Kota yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk membuat infrastruktur, kemampuan, dan utilitas pentind di dalamnya lebih interaktif, efisien dan membuat warga lebih sadar akan penggunaannya.

Konsep Smart City pada hakikatnya menempatkan kota sebagai sebuah ekosistem dari banyak subsistem untuk saling terinterkoneksi dan mendukung sehingga kota tersebut tetap berkelanjutan.

Boyh Cohen mengemukakan enam indikator utama smart city, yaitu :
1.       Smart People
2.       Smart Environment
3.       Smart Living
4.       Smart Mobility
5.       Smart Economy
6.       Smart Governance



6 INDIKATOR SMART CITY


SMART PEOPLE


Modal awal untuk Cirebon Menuju Smart City, smart people atau masyarakat cerdas sangat dibutuhkan untuk terwujudnya smart city. Atau dapat kita sebut sebagai stakeholder “individu, sekelompok manusia, komunitas atau masyarakat.”

Saat ini rendahnya tingkat partisipasi masyarakat dan keterbukaan dalam pemberlakuan suatu rangkaian kebijakan menjadikan pembangunan tidak berjalan baik. Dan juga dipengaruhi pengetahuan dan kesadaran SDM akan perkembangan IPTEK yang minimum, dalam pemanfaatan serta penggunaannya yang kurang tepat atau bahkan tidak tepat juga menjadi faktor penyebab penghambat dan terciptanya program smart city.



Sosialisasi yang Tepat

Sosialisai adalah langkah tepat guna meningkatkan pemahaman masyarakat akan terciptanya “smart city”. Sosialisasi yang bersifat edukasi dapat dikembangkan dengan peranan masyarakat itu sendiri yang dikordinasi juga oleh pemerintah. Peran masyarakat disini adalah individu, kelompok atau komunitas yang memiliki pengetahuan atau minat ilmu dalam mengembangkan indikator indikator utama Smart City. Setelahnya akan terbangun pola seperti ini :

Kerja Sama
Masyarakat terlibat dalam keseluruhan proses program
yang bersifat bottom-up; kontrol dibagi antara orang luar
dengan masyarakat; manfaat program untuk masyarakat

Individu, kelompok dan komunitas , memberikan pengarahan berbentuk edukasi. Komunitas menjadi pilihan yang tepat dalam rangka sosialasi. Karena komunitas komunitas memiliki spesialasi dalam bidangnya masing – masing, lalu kriteria komunitas seperti apa?

1.       Visi Misi Komunitas yang mengarah ke dalam enam indikator smart city
2.       Memiliki pengetahuan dasar akan perkembangan IPTEK, dan
3.       “Kekuatan berbagi untuk kebersamaan”

Blogger Cirebon, komunitas ini dapat menjadi motor penggerak awal. Mengapa Blogger Cirebon ? Visi Misi mereka akan memberikan pergerakan penuh dalam Smart People, dan lebih spesifik lagi adalah wadah, sarana, tempat mereka mengutarakan aspirasi dan pengetahuan mereka ke dalam blog.

Bisa diakses kapanpun, dimanapun dengan perangkat yang terkoneksi internet seperti komputer serta laptop juga yang lebih mobility adalah smartphone.

Seberapa banyak penggunan smartphone ? Jika dituliskan secara angkat tidak akan pasti karena penggunanya setiap waktu akan terus bertamabah dan user nya seluruh kalangan dari ekonomi rendah sampai ekonomi tinggi.

Dan lagi salah satu perusahaan smartphone yang sedang booming “Smartfren” akhir akhir ini meluncurkan produk smartphone terbarunya dengan teknologi 4G LTE Advance (Smartfren 4G LTE) kestabilan dan kecepatan Internet yang lebih cepat tentunya tak perlu diragukan lagi. Untuk Harga lebih terjangkau dari smartphone 4G lainnya lebih murah bukan berarti low spesifikasi tapi high spesifikasi juga yang diberikan.







Saya memberikan nilai positif disini, karena secara tidak langsung juga smartfren memberikan dukungannya untuk menciptakan smart people di Indonesia. Hanya dengan harga Rp. 999.000 kita sudah mendapatkan teknologi Smartphone dengan 4G LTE Advance milik Smartfren.

Efeknya pun akan memudahkan sosialasi Blogger Cirebon dalam memberikan kampanye Cirebon Menuju Smart City, karena bersama produk 4G smartfren berbagai kalangan akan mudah mendapatkan informasi dan edukasi melalui internet.

Blogger Cirebon memungkinkan untuk mendapatkan massa yang banyak dalam bersosialasi, Mengapa ? Berbagai Ahli, berbagai fokus kemampuan dan berbagai skill individu berkumpul dalam blogger Cirebon, minat Wisata, Teknologi, Pendidikan, Teknik, Jurnalis, Kesehatan, Lingkungan dan masih banyak minat yang lainnya. Berbagai macam orang dengan minat dan kemampuan yang berbeda berkumpul dan bersatu dalam satu wadah “Blogger Cirebon”. Bagaiman tidak konsep Smart City dapat berjalan dengan efisien demi sosialasi kepada Masyarakat Cirebon.

KAMPANYE OFFLINE

Sosialasi secara langsung pun dapat dilakukan, dengan peranan media cetak. Peran media massa dalam mengkampanyekan program smart city dengan koran atau majalah akan meningkatkan daya lingkup yang lebih luas.

Pemerintah juga dapat mengadakan expo (exhibition) atau event dengan tema Cirebon Menuju Smart City, hal ini akan memanggil massa dengan jumlah yang lebih banyak dan juga informasi yang lebih akurat karena dipaparkan langsung oleh ahlinya.


SMART ENVIRONMENT


Pembangunan berwawasan lingkungan hal masih selalu menyisakan masalah apalagi jikat kita berbincang dengan topik RTH (Ruang Terbuka Hijau) atau taman kota. Lingkungan yang smart dan berkelanjutan akan memberikan kenyamanan dan juga memanjakan kebutuhan hiburan nyaman dan sehat masyarakat Cirebon. Karena memang masalah ini selalu menjadi keluhan pemuda pemudi Cirebon, mereka membutuhkan tempat nongkrong untuk bersosialasi, berbagi ide, ajang kreatif artinya tempat yang membuat mereka enjoy.
Kita ambil contoh untuk daerah Kota Cirebon, disini ada Alun Alun Kejaksan, Lapangan Kebumen, Alun Alun Keraton Kasepuhan dan Taman Krucuk. Hanya 4 yang saya jadikan contoh, karena tempat ini menurut saya perlu diperhatikan dahulu untuk membangkitkan semangat masyarakat dan diharapkan RTH titik titik lainnya akan turut berkembang.


Terapkan smart environment pada 4 tempat ini, dikarenakan memang tempat tempat ini memilik titik strategis.

Point – Point yang harus diterapkan :

-          Penggunaan energi terbarukan seperti lampu tenaga surya di setiap jalan dan sarana umum, point ini sudah terlaksana namun belum menyeluruh dan juga tidak adanya pengawasan karena dibeberapa titik ada lampu yang tidak berfungsi.
-          Penerapan garden city untuk Cirebon guna meningkatkan kualitas hunian dan udara
-          Pengadaan zona zona dan memperbanyak titik wifi internet di sudut sudut strategis Cirebon
-          Membuat program “Cirebon No Waste”, untuk awal program pemerintah dapat memberlakukan pemilihan material material yang tidak boleh digunakan karena tidak dapat di daur ulang, hal ini akan mengurangi sampah di Cirebon dan lambat laun program akan terbaharui dan terciptalah Cirebon bebas sampah.
-          Relocation TPS yang berada di muka utama Cirebon
-          Memperketat aturan green building di tiap tiap bangunan pemerintah dan bangunan komersil serta hotel – hotel di Cirebon. Green disini tidak hanya sebatas tumbuhan penghijau namun penggunaan daya listrik dari panel surya patut diperhatikan di tiap tiap gedung
-          Pengadaan tempat pengisian ulang kendaraan tenaga listrik dengan sumber listrik itu sendiri dari panel surya tempat tsb

Point point ini juga dapat mempengaruhi potensi potensi investor lebih tinggi, kemudian potensi turis mancanegara atau lokal akan meningkat karena kenyaman dari faktor pengaruh point point tersebut.

Tempat tempat wisata di Cirebon memang perlu perhatian lebih juga, diharapkan dengan point – point ini perkembangan wisata meningkat signifikan.

Bila kita berbicara investor, Jalan Brigjen Darsono adalah pilihan utama untuk memperkenalkan Cirebon secara fisik. Bypass orang Cirebon biasa menyebutnya, jalan yang menghubungakan Jawa Barat dan Jawa Tengah. Landmark dan kampanye secara fisik berupa iklan dapat dipasang dan dipamerkan untuk memperkenalkan Cirebon. Apalagi potensi ini perkuat kembali dengan hadirnya Aston Hotel yang sudah diakui di kanca Internasional.



Aston International – Hotels, resorts dan residence, mempunyai peran penting juga dalam perkembangan Cirebon, karena hadirnya Aston di Cirebon meningkatkan angka kualitas Cirebon di perhotelan, memperkenalkan Cirebon di Internasional dan pelopor pembangunan di ByPass.

Hotel bintang 4 yang sebagai hotel bisnis dan konvensi, 200 kamar, 8 ruang pertemuan dan ballroom dengan kapasitas 2600 tamu terbesar di Cirebon. Dari segi arsitektur Aston Hotel Cirebon memiliki fasade kontemporer yang begitu kuat. Terutama Interior lobinya yang sangat komunikatif terkoneksi ke berbagai ruang dan ktia juga dapat melihat level level ruangan di Hotel Aston.



Fasilitas juga sangat memenuhi seluruh kebutuhan tamu seperti coffee shop, poolside cafe, bar & lounge, restoran jepang, golf virtual, mini golf, trek sepeda, pelayanan spa yang lengkap dan dilengkapi pusat kebugaran dan kolam renang.

Terima Kasih Aston dalam partisipasinya mengembangkan dan memperkenalkan Cirebon di Mata Internasional. Dan pengharapan kami Aston melakukan ekspansi atau program untuk dukungan tempat wisata di Cirebon.

SMART MOBILITY


Indikator ini mengarah kepada transportasi dan infrastruktur, seperti perencanaan infrastruktur kota, pengembangan aliran sungai, pengembangan sistem transportasi, pengembangan perumahan dan pemukiman, dan peningkatan konsistensi pengendalian pembangunan infrastruktur.

Tahun ke tahun dengan meningkatnya jumlah pengendara bermotor roda dua maupun roda empat lambat laun akan mempengaruhi sistem transportasi di Cirebon khususnya jalur dengan high traffic seperti yang ditampilkan gambar di bawah ini,



Bila hal ini tidak di antisipasi lebih awal, kemacetan dan pengontrolan lalu lintas ke depan akan menjadi masalah yang sangat meresahkan masyarakat. Maka dari itu pengenalan dan pelaksanaan Smart Mobility harus di programkan lebih dini.

Definisi lebih dalam Smart mobility adalah sistem pergerakan yang memungkinkan pencapaian tujuan dengan pergerakan yang sesedikit mungkin (Less mobility), hambatan serendah mungkin (Move freely), dan waktu tempuh sesingkat mungkin (Less Travel Time).
Definisi tersebut adalah tujuan dari Smart mobility itu sendiri.

Program apa saja yang harus di persiapkan demi tercapainya salah satu indikator Smart City ini ?

Transportasi Umum

Atau Angkutan Umum, di Cirebon pengguna angkutan umum kian lama kian menurun, hal ini disebabkan biaya atau ongkos yang makin mahal dan akses jalur yang terbatas. Dua penyebab itu juga yang mengakibatkan masyarakat memilih kendaraan pribadi karena sifatnya mobility dan relatif lebih irit. Untuk saat ini sifat “mobility” dengan kendaraan pribadi saya menyutujui fakta tersebut. Tapi tidak untuk tahun tahun berikutnya Diana seperti yang dicontohkan di atas.

Kemudian program untuk hal ini adalah,

-          Pengelolaan dan melalukan sinkronisasi penyedia transportasi umum seperti angkot, bea dan Elp. Bimbingan perlu dilakukan dari pemerintah.
-          Mengaktifkan tempat pemberhentian halte bis kembali yang berarti pengadaan angkutan umum Bis. Dengan lingkup jalur/Track yang menjangkau seluruh kota dan kabupaten.





-          Bis khusus pelajar, hal ini dapat mengurangi kemacetan di jalur yang melewati sekolah atau sarana pendidikan pada jam jam keberangkatan sekolah (06.30) dan pulang sekolah (12.00 , 14.00)







Sustainable Tranportation

Seluruh kendaraan yang menggunakan BBM banyak menimbulkan kerugian dari lingkungan, kesehatan dan ekonomi. Polusi yang diakibatkan oleh kendaraan tersebut salah satunya dan bahan bakar tersebut bukanlah energi terbarukan dan lambat laun akan habis, maka sustainable transportation diperlukan. Seperti apa?

-          Pembagian jalan dengan memberikan jalur hijau bagi sepeda di setiap jalan perkotaan, mengapa jalur hijau ? agar pengguna sepeda tetap merasa nyaman dengan cuaca panas Cirebon yang cenderung panas.
-          Greening Mobility, kendaraan tenaga listrik. Dapat di implementasikan sebagai angkutan umum untuk program awal yang kemudian di lanjutkan dengan kendaraan pribadi
-          Pemerintah mempolopori program sepeda di Cirebon, dapat di awali dengan program program yang menarik untuk menarik minat masyarakat.


SMART GOVERNANCE


Guna meningkatkan kualitas pelayanan publik, Smart governance adalah solusinya. Dan salah satu indikator terciptanya Smart City ini mengarah pada pengimplementasian ICT (Information And Communication Technology) di pemerintahan dalam pelayanan publik dan juga membangun kepercayaan masyarakat terhadap kepemerintahan (transparansi).

Dengan Smart Governance kepemerintahan dan instansi instansi pemerintah saling terkoneksi dan mudah di akses. Dapat menopang serta menjamin kemudahan akses layanan publik secara efektif, melalui aplikasi aplikasi yang berbasis ICT.

Transparansi adalah konsep yang diperkenalkan di sini seperti yang dilakukan Pak Ahok dalam memimpin Jakarta, kunjungan, hasil kerja dan progres rapat, masalah dan perkembangan Jakarta beliau publikasikan dengan media video ke youtube. Di lain transparansi, masyarakat juga mengetahui sistem pemerintahan dalam program program.

Cara ini seharusnya di implementasikan juga di Cirebon agar masyarakat mengetahui program program ke depan, diharapkan dengan transparansi ini meningkatkan kesadaran masyarakat sebagai stakeholders terciptanya Cirebon Smart City.

Intinya, Smart Governance harus mampu mempertahankan dan meningkatkan kemudahan akses All in One. Tidak ada lagi keinginan, antrian panjang diberbagai instansi dan tak ada pemberkasan atau pengisian formulir dengan kertas yang berlembar – lembar.


SMART ECONOMY


Tingginya tingkat perekonomian dan kesejahteraan finansial masyarakat dengan pertumbuhan ekonomi yang baik dan pendapatan perkapita yang tinggi, kalimat tersebut adalah pencapaian satu kota. Perekonomian Cirebon silikat dari SDM nya masih dalam tahap sedang, hal ini dipengaruhi akan daya saing.

Yang Kreatif akan selangkah lebih maju, hadirnya industri skala kecil menengah dan UMKM yang dipelopori anak muda dibawah 25 tahun. Hal ini membuktikan bahwa SDM di Cirebon ini dapat melihat peluang, generasi penerus Cirebon mempunyai potensi namun pengarahan dan pemberdayaan juga dibutuhkan agar potensi ini mengembang dan meluas.

Upgrade UMKM solusi dalam permasalahan ekonomi ini. Dibutuhkan Peran Pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan UMKM yang mampu bersaing dengan Monitoring, controlling dan connecting. Apalagi saat ini mulai tahun ini, MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) sudah berjalan. Dapat menjadi peluang bagi kita atau bahkan menjadi boomerang bagi kita. Disinilah peran pemerintah berperan penting, program yang ditujukan kepada UMKM harus berdasarkan pengetahuan perkembangan dunia agar UMKM kita dapat bersaing.

Kita sebagai masyarakat Cirebon dan sebagai Stakeholder konsep Cirebon Smart City melangkah lebih awal. Dan lagi lagi peran komunitas , sudah saya jelaskan diatas kenapa komunitas memiliki daya lingkup yang lebih luas.

Program awal dilakukan dengan memberikan pengetahuan “UMKM Kreatif”, tiap satu desa harus memiliki satu produk untuk memperkenalkan desanya dan juga diberikan semangat persaingan agar desa ke desa selalu melimpahkan ide ide kreatifnya melalu strategi Market atau pemasaran bahkan kekreatifan produk yang selalu berkembang.


SMART LIVING


Indikator ini mengacu kepada kualitas hidup dan kebudayaan masyarakat, faktor yang paling mempengaruhi adalah tersedianya kebutuhan kebutuhan, adanya keamanan, keselamatan, kemudahan dan kenyamanan hidup.

Dimulai dari pendidikan, pendidikan dibutuhkan untuk kelanjutan SDM dengan kualitas SDM itu sendiri. Masa kini internet dan perangkat perangkat elektronik menjadi media sumber utama bahkan pendukung utama. Demi tercapainya Smart Living media ini semestinya difungsikan secara maksimal. Pendidikan Sekolah juga dapat dilakukan setelah waktu sekolah usai ( diluar jam sekolah ). Forum siswa dibuat dengan media website untuk mengkoneksikan siswa dan guru serta sebagai ajang media kreatif sekolah. Penggunaan Ebook juga patut diperhitungkan untuk menekan angka pengeluaran biaya seperti buku digital dengan format pdf atau epub. Memungkinkan siswa tidak membawa buku cetak yang relatif berat, tak hanya itu konsep ini sama saja kita berpartisipasi menyelamatkan dunia dengan penghematan kertas yang bersumber dari pengolahan kayu (penebangan pohon).

Segi pengamanan beberapa waktu kemarin Pemkot Cirebon mencanangkan program akan memasang 2000 cctv, dengan ini program Smart City akan mulai terwujud. Dengan 2000 cctv, dipastikan Monitoring khususnya dalam pengamanan akan terpantau dengan sempurna demi kenyamanan masyarakat Cirebon.

Karena konsteksnya Smart Living berada di tingkat pencapaian sebelum kota disebut Smart City, diharapkan masyarakat Cirebon khususnya pada pengetahuan teknologi informasi dapat menguasai secara merata.




Mari kita wujudkan bersama sama bergotong royong bahu membahu demi kemajuan Cirebon Bersama.

About Me

My photo

Nama Lengkap Eltendi Dhirgan Noor Mekka, Lahir di Kota Cirebon . Profesi saat ini adalah freelancer , status mahasiswa di STTC (Sekolah Tinggi Teknologi Cirebon). Misi yang sedang dikerjakan adalah turut pertisipasi dalam pembangunan Kota Cirebon
Eltendi @2015. Powered by Blogger.